Dengung pada nun/mim bertasydid.
Setiap nun ( نّ ) atau mim ( مّ ) yang bertasydid wajib dibaca dengan dengung sempurna ± 2 ketukan dari rongga hidung.
Tahan suara di hidung ± 2 ketukan pada huruf bertasydid sebelum lanjut. Ini dengung paling kuat.
innā a'ṭainākal-kauṡar
"Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak."
'amma yatasā'alūn
"Tentang apakah mereka saling bertanya?"
Dengung pada nun/mim bertasydid. Setiap nun ( نّ ) atau mim ( مّ ) yang bertasydid wajib dibaca dengan dengung sempurna ± 2 ketukan dari rongga hidung.
Tahan suara di hidung ± 2 ketukan pada huruf bertasydid sebelum lanjut. Ini dengung paling kuat.
Salah satu contohnya pada QS Al-Kausar: 1: "إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ" (innā a'ṭainākal-kauṡar) — "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.".