Tanwin fathah dibaca panjang saat waqaf.
Tanwin fathah ( ـً ) yang diwaqafkan (berhenti) di akhir kata dibaca seperti alif panjang 2 ketukan — bukan 'an', melainkan 'aa'.
Saat berhenti, ganti bunyi 'an' jadi panjang: 'afwājan' → 'afwājā'.
yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā
"…masuk agama Allah dengan berbondong-bondong."
Tanwin fathah dibaca panjang saat waqaf. Tanwin fathah ( ـً ) yang diwaqafkan (berhenti) di akhir kata dibaca seperti alif panjang 2 ketukan — bukan 'an', melainkan 'aa'.
Saat berhenti, ganti bunyi 'an' jadi panjang: 'afwājan' → 'afwājā'.
Salah satu contohnya pada QS An-Nasr: 2: "يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا" (yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā) — "…masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.".