Ra dibaca tebal.
Ra dibaca tebal (tafkhim) bila berharakat fathah atau dhammah, atau ketika sukun namun huruf sebelumnya berharakat fathah/dhammah.
Angkat pangkal lidah, hasilkan bunyi 'ro/ru' yang penuh dan berat.
Ra berharakat fathah/dhammah, atau ra sukun yang didahului fathah/dhammah.
rabbil-'ālamīn
"Tuhan seluruh alam."
faṣalli lirabbika wanḥar
"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."
dhātil-burūj
"Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,"
Ra dibaca tebal. Ra dibaca tebal (tafkhim) bila berharakat fathah atau dhammah, atau ketika sukun namun huruf sebelumnya berharakat fathah/dhammah.
Angkat pangkal lidah, hasilkan bunyi 'ro/ru' yang penuh dan berat.
Ada 3 huruf: رَ رُ رْ. Ra berharakat fathah/dhammah, atau ra sukun yang didahului fathah/dhammah.
Salah satu contohnya pada QS Al-Fatihah: 2: "رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ" (rabbil-'ālamīn) — "Tuhan seluruh alam.".